JEJAK ANIES

Search

Tren dunia tidak jarang pula berkaitan dengan urusan singkatan atau menyingkat nama. Entah itu untuk orang awam, lebihlebih tokoh publik, maupun selebritas. ”Apalah arti sebuah nama?” Begitu kata pujangga dunia William Shakespeare. Betul. Ada pula yang mengganti namanya sehingga berubah sama sekali, seperti Joseph Stalin dari nama aslinya Iosif Vissarionovich Dzhugashvili. Seorang kelana revolusioner sejati Che Guevara sebelumnya bernama Ernesto Guevara Lynch. Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton awalnya bernama William Jefferson Blythe


E-Paper Edisi 1
E-PAPPER EDISI 2 | 02 MARET 2022
 
KBA-NEWS-EDISI-02-28-FEBRUARI-2022-E-Paper-1
.pdf
Download PDF • 6.54MB
 

Jika mau konsisten dengan nama Anies yang sudah dipahami seantero Republik ini –mulai dari Rektor Universitas Paramadina, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode pertama Presiden Jokowi, hingga Pemilihan Gubernur DKI Jakarta– ya pakai branding ‘’Anies’’ saja.


Boleh jadi nama ‘’Anies’’ sudah diketahui dan dikenal baik oleh lebih dari seratusan juta warga Indonesia. Emak-emak, tua-muda, lelaki-perempuan, pejabat-rakyat, semua menyebut Anies. Bandingkan dengan brand ABW atau AB yang sangat mungkin masih terasa kagok atau asing di benak maupun pikiran publik, sehingga perlu disosialisasikan lagi.


#2024AniesPresiden


16 views0 comments

Gagal Dipukul, Anies Akhirnya Dirangkul.

Gagal Dipukul, Anies Akhirnya Dirangkul : Ada dua kelompok yang konsisten menyerang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pertama, kelompok emosional. Mereka menuduh Anies menggunakan politik identitas. Isu ini terus mengemuka. Lebih jauh lagi, mereka membuat stigma bahwa Anies didukung oleh kelompok Islam kanan.


E-Paper Edisi 1
ANIES DI PUKUL AKHIRNYA DIRANGKUL

Pertanyaannya: apakah anda akan memilih dan memilah pendukung anda, kemudian menolaknya karena alasan identitas dan stigma tertentu? Adakah politisi di dunia yang menolak dukungan saat membutuhkan dukungan? Setiap situasi politik akan melahirkan dinamiknya sendiri. Dan itu seringkali di luar kendali sadar para politisi. Hanya mereka yang mampu beradaptasi dengan situasi itulah yang akan menjadi pemenangnya.


Anies muncul saat gelombang protes kepada “kasus penistaan agama oleh Ahok” sedang berlangsung. Jika anda jadi Anies, apakah anda akan bilang: stop! Jangan protes! Konyol itu namanya. Selain Anies, ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang elektabilitasnya di awal jauh lebih besar dari Anies. Hanya karena Anies pemenangnya, lalu muncul stigma politik identitas. Ini salah kaprah bro!


Berpikir waras lah…


Kedua, kelompok rasional. Mereka adalah para pengusaha dan para politisi. Boleh jadi pengembang pulau reklamasi kecewa, lalu khawatir jika Anies jadi presiden. Selain pulau reklamasi tidak bisa dilanjutkan, bisnis-bisnis haram lainnya akan terganjal. Para pengusaha yang bisnisnya menabrak hukum, tentu akan ketakutan jika Anies Jadi orang nomor satu di Indonesia. Mereka berupaya menghalangi Anies. Berbagai cara akan dilakukan. Termasuk sewa buzzer. Satu tugasnya: serang Anies. Buzzer, atau yang populer dengan istilah buzzer Rp, adalah para profesional. Mereka bekerja bukan karena benci. Mereka kerja karena ada yang gaji. Gaji berhenti, mereka juga akan berhenti. “Bergantung tuan menyiapkan upeti”. Tapi, jika para pengusaha bermasalah ini gagal ganjal Anies, mereka akan beralih strategi: merapat dan merangkul. Mereka tak akan berseberangan dengan penguasa.


Selain pengusaha, ada politisi. Bagi para politisi, kawan dan lawan itu bergantung situasi. Jaraknya tipis sekali. Pagi kawan, sore bisa jadi lawan. Begitu juga sebaliknya. Lihat partai-partai ketika berkoalisi. Akur, akrab dan kompak. Nyanyiannya sama: satu platform. Demi keutuhan dan persatuan. Tapi, ketika mereka berada dalam kubu yang berlawanan, satu sama lain saling menyerang. Itu semua drama para politisi. Kepentingan mereka cuma satu: mempengaruhi alam bawah sadar rakyat agar memilih calonnya. Begitu juga terhadap Anies. Para politisi yang menyerang Anies itu tak ubahnya seperti drama. Saat ini, Anies dianggap mengancam kepentingan politiknya. Jika nanti partainya mengusung Anies, para politisi ini akan tegak lurus ikut garis komando partai. Termasuk PSI, jika nanti merasa lebih menguntungkan jika dukung Anies di Pilpres 2024. Begitulah politik, bukan sesuatu yang statis, tapi dinamis. Memukul atau merangkul, itu hanya soal situasi.


Situasi mana yang lebih menguntungkan, itulah yang akan jadi pilihan mereka. Suatu sikap yang rasional!


31 Desember 2021 - Tony Rosyid

#2024AniesPresiden

31 views0 comments

Inilah jejak kepemimpinan yang ada dalam diri Anies. Calon pemimpin yang berilian, kreatif, bahkan inovatif. Kata - katanya tertata rapi, memotivasi bahkan menginspirasi. Kebijakannya logis, sistematis, di terjemahkan dalam tindakan nyata yang terstruktur, serta siap di pertangungjawabkan. Silahkan download E - Papper di bawah ini :


E-Paper Edisi 1
E-PAPPER EDISI 1 | 05 FEB 2022
 
E-PAPPER EDISI 1
.pdf
Download PDF • 15.45MB
 

Anies Rasyid Baswedan adalah kita. Seperti kita, sebagai manusia diapun tidak sempurna. Namun, kita perlu berlapang dada mengakui bahwa karakter, jejak, dan kiprahnya sebagai akademisi maupun birokrat, serta visinya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harapan. Pada dirinya adalah perwujudan amanat mulia Proklamasi Kemerdekaan layak di sematkan. Anies memang di takdirkan sebagai pemimpin.


#2024AniesPresiden


399 views0 comments